SEKILAS INFO
: - Kamis, 15-11-2018
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website SMA Negeri 1 Ampek Angkek
SMAN 1 Ampek Angkek Mengadakan Pelatihan Jurnalistik yang Kedua

Sabtu, 25 Agustus 2018, SMAN 1 Ampek Angkek mengadakan pelatihan jurnalistk yang kedua, pelatihan yang kedua ini mengusung tema “Jurnalistik Meningkatkan Kemampuan Literasi”. Pelatihan Jurnalistik ini merupakan yang kedua kalinya dan  juga mengikutsertakan dari berbagai sekolah imbas yang ada disekitar SMAN 1 Ampek Angkek. Seperti yang kita ketahui bersama, pelatihan jurnalistik pertama kali diadakan pada bulan juli tahun 2017 yang lalu dengan 33 orang peserta dengan narasumber Bapak M. Subahan, S.Sos.I. Pelatihan jurnalistik tersebut juga sekaligus membentuk wartawan majalah sekolah dan juga pembentukan majalah sekolah dengan nama “Kaba Smalam” majalah sekolah dilauching pada awal bulan juni kemarin oleh Kepala SMAN 1 Ampek Angkek. Pelatihan jurnalistik yang kedua ini dilaksanakan pada tanggal 25 dan 27 Agustus 2018 dipusatkan di Aula sekolah yang dihadiri oleh Kepala sekolah, Wakil, guru pembimbing jurnalistik dan juga 55 orang siswa SMAN 1 Ampek Angkek serta masing-masing 2 orang perwakilan dari berbagai sekolah imbas, diantaranya SMAN 1 Baso, SMAN 1 Canduang, SMAN 1 Tilatang Kamang, dan SMAN 1 Kamang Magek . Dalam sambutannya Bapak Drs. H. Rusdianif M.Pd mengunggkapkan terimakasih banyak kepada narasumber yang telah berkenan untuk hadir, bapak juga berpesan kepada siswa bahwasanya jurnalistik merupakan profesi yang menjanjikan dan juga untuk masuk ke jurnalistik ini juga merupakan siswa-siswa yang hebat, hal tersebut dibuktikan dengan masuknya beberapa teman kamu ketingkat propinsi dan tentunya membawa nama sekolah dan propinsi Sumatera Barat pada umumnya. Bapak juga menambahkan seorang junalis hendak harus bisa menguasai berbagai bidang untuk dapat menempatkan posisi yang akan kita liput nanti ujar Bapak Kepala SMAN 1 Ampek Angkek ini. Dari pantuan admin, Narasumber memberikan pengenalan dan teori-teori tentang junalistik, bagiamana untuk membuat berita, apa yang harus dilakukan seorang junalis dan kiat-kiat untuk bisa menjadi seorang junalis yang handal. Dalam kesempatan tersbut Bapak M. Subhan, S.Sos.I menyampaiakan bahwasanya profesi jurnalis ini adalah posisi ini diibaratkan dibawah seorang bupati/walikota dan diatas tukang becak, artinya seorang jurnalis bisa menempatkan dimana ia berada apakah menjadi seorang yang penting sekalipun dan posisi yang bawah sekalipun ujar narasumber yang juga merupakan penggiat literasi Kota Padang Panjang sekaligus Ketua FAM (Forum Aktif Menulis) ini. Sedangkan pada hari yang kedua narasumber lebih menekankan kepada siswa untuk pelatihan dan ujicoba menjadi seorang jurnalis, dan lebih menekankan kemampuan para siswa untuk dapat membuat artikel maupun berita yang dapat dimuat nantinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Arsip