Guna menjawab tantangan kemajuan sitem informasi dan komunikasi di dunia pendidikan, pada tanggal 17 Agustus 2011 SMA N 1 Ampek Angkek melaunching tampilan baru website sekolah. Website baru tersebut merupakan penyempurnaan website sebelumnya. Tampilan website kini mulai dilengkapi dengan fitur-fitur yang mendukung informasi pendidikan, pembelajaran dan sarana pengembangan aktivitas dan kretivitas guru dan peserta didik. fitur-itur yang dimaksud antara lain mulai tersedianya menu e-learning, mading online,ekskul dan menu alumni.
Menu e-learning misalnya; Pada menu ini tersedia content perangkat pembelajaran, bahan ajar dan non bahan ajar, akademik dan non akademik. Di menu ini bahan ajar hasil kretivitas guru-guru SMA N 1 Ampeka Angkek akan dapat diakses oleh peserta didik sehingga pembelajaran akan memiliki variasi sehingga akan lebih menyenangkan. Selain itu menu ini akan menjadi solusi pembelajaran konvensional yang dikungkung oleh ruang dan waktu. Peserta didik kini tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu untuk mengakses pembelajaran, di manapun, kapanpun mereka akan selalu dapat mengikuti proses pembelajaran. Tentunya ini juga harus didukung perangkat TIK yang mereka miliki.
Sementara itu pada menu mading atau mading online, peserta didik dapat menyalurkan kreativitas mereka, seperti karya ilmiah, cerpen, puisi dan kreativitas lainnya.
Penyempurnaan wbsite sekolah ini ternyata mendapat respon yang signifikan dari pengguna teknologi internet, terutama keluarga besar SMA N 1 Ampek Angkek. Hal ini dapat dilihat dari pengunjung yang mengakses website sman1ampekangkek.sch.id. Mulai terhitung 17 Agustus s/d 13 Oktober 2011 jumlah pengunjung website 7.947 pengunjung. Atau hampir 3.000 pengunjung setiap bulannya. Selain dari tim pengembang dan penanggung jawab website dibawah koordinator wakil peningkatan mutu, Mursal Y, S.Pd mulai kebanjiran pekerjaan untuk melakukan editting dan upload materi website. Hal ini dikarenakan respon positif dari guru yang membuat bahan ajar berbasis TIK dan hasil kreativitas peserta didik yang mereka kirim ke meja redaksi.
